Teknik pewarnaan pada garmen yang kini kita kenal sebagai batik konon berasal dari bangsa Sumeria. Setelah itu dibawa ke pulau Jawa dan dikembangkan lebih lanjut. Hasilnya, batik sampai kini masih identik dengan Indonesia, meskipun soal hak cipta katanya sudah diambil tanpa perlawanan oleh negeri tetangga. Kabarnya batik sudah menjadi salah satu warisan budaya dunia. Barangkali ini hal yang wajar karena kita kan katanya keturunan bangsa Atlantis *haiyah*
Tapi, bisnis batik tak hanya didominasi oleh bangsa kita (atau mungkin belum pernah) dan beberapa bangsa tetangga yang juga ada sejarah batiknya. Baru-baru ini Adidas meluncurkan produk eksklusif yang hanya dibikin dalam jumlah terbatas (1000 biji di seluruh dunia). Produk apparel yang mengambil warna tradisi budaya kuno. Saya tidak tahu apa mesti bangga, sedih, atau malu. Bangsa kita sepertinya hanya gemar promosi kultur sendiri yang konon adiluhung. Di sisi lain, pemanfaatan atau keuntungan dari kebudayaan kita sendiri lebih banyak dipanen bangsa lain.
Bagaimana menurut Anda?
Tapi, bisnis batik tak hanya didominasi oleh bangsa kita (atau mungkin belum pernah) dan beberapa bangsa tetangga yang juga ada sejarah batiknya. Baru-baru ini Adidas meluncurkan produk eksklusif yang hanya dibikin dalam jumlah terbatas (1000 biji di seluruh dunia). Produk apparel yang mengambil warna tradisi budaya kuno. Saya tidak tahu apa mesti bangga, sedih, atau malu. Bangsa kita sepertinya hanya gemar promosi kultur sendiri yang konon adiluhung. Di sisi lain, pemanfaatan atau keuntungan dari kebudayaan kita sendiri lebih banyak dipanen bangsa lain.
Bagaimana menurut Anda?

0 komentar:
Posting Komentar