Arsitektur rumah atau bangunan jawa mestinya punya ciri khas. Tapi apa parameternya ya? Kayunya? Ukirannya? Bentuknya? Entahlah. Ada yang bilang arsitektur jawa itu sebenarnya cuma soal cita rasa. Mungkin tepatnya falsafah yang diimplementasikan di dalamnya.
Ada juga yang bilang arsitektur jawa itu sinkretis macam kepercayaan masyarakatnya. Benar juga sih. Di keraton-keraton Mataram umpamanya, kita bisa menemukan corak-corak Eropa. Tapi, sepertinya cita rasa itulah (tata letak, ukuran, dll) yang membuatnya tidak lagi terkesan asing.
Tidak semua bahan bangunan harus dari kayu. Tembok juga bisa dikombinasikan dengan kayu. Di beberapa tempat seperti tempat tinggal para ningrat bahkan ada dekorasi kaca warna-warni ala gereja Eropa. Tapi nyatanya tetap ‘njawani’ juga hasilnya. Jadi, mestinya corak bangunan khas jawa tidak identik dengan masa tertentu, namun bisa mengikuti perkembangan jaman juga agaknya.
Ya, itulah mungkin yang disebut sinkretis, sebab orang jawa selalu ingin mengikuti perkembangan jaman (barangkali).
Lalu selanjutnya seperti apa lagi ya? Mungkin sinkretisasi lagi dari gaya-gaya arsitektur futuristik, tapi dengan tetap mempertahankan cita rasanya. Ya mbuh… saya bukan arsitek. Muahahahaha™
Ada juga yang bilang arsitektur jawa itu sinkretis macam kepercayaan masyarakatnya. Benar juga sih. Di keraton-keraton Mataram umpamanya, kita bisa menemukan corak-corak Eropa. Tapi, sepertinya cita rasa itulah (tata letak, ukuran, dll) yang membuatnya tidak lagi terkesan asing.
Tidak semua bahan bangunan harus dari kayu. Tembok juga bisa dikombinasikan dengan kayu. Di beberapa tempat seperti tempat tinggal para ningrat bahkan ada dekorasi kaca warna-warni ala gereja Eropa. Tapi nyatanya tetap ‘njawani’ juga hasilnya. Jadi, mestinya corak bangunan khas jawa tidak identik dengan masa tertentu, namun bisa mengikuti perkembangan jaman juga agaknya.
Ya, itulah mungkin yang disebut sinkretis, sebab orang jawa selalu ingin mengikuti perkembangan jaman (barangkali).
Lalu selanjutnya seperti apa lagi ya? Mungkin sinkretisasi lagi dari gaya-gaya arsitektur futuristik, tapi dengan tetap mempertahankan cita rasanya. Ya mbuh… saya bukan arsitek. Muahahahaha™



0 komentar:
Posting Komentar